
ARSE - Kondisi balai desa di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan memprihatinkan. Lantainya hancur, pekarangan ditumbuhi rumput, tiang dan kuda-kuda bangunan banyak yang lapuk, dan sebagian besar dinding sudah tak ada di tempatnya. Melihat kondisi ini pemerintah diharapkan segera mengalokasikan dana agar fasilitas umum tersebut bisa difungsikan dan dimanfaatkan sebagai fasilitas umum kemasyarakatan di Kecamatan Arse.
Salah seorang aktivis LSM LIRa Kecamatan Arse, Amin Pane, menyebutkan, balai desa yang dibangun semi permanen dan berukuran sekitar 8 x 20 meter persegi di pinggir Jalan Provinsi Sipirok-Siagimbar km 12, tepatnya di simpang Gunung Manaon ini, hendaknya mendapat perhatian dari pemerintah.Sebab, balai desa cukup memiliki manfaat yang besar bagi warga Arse terutama yang membutuhkan sarana balai desa yang menampung banyak warga. “Sangat bagus jika gedung itu diperbaiki apalagi di wilayah Arse belum ada fasilias bangunan yang memadai untuk acara pertemuan yang menampung banyak peserta,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Arse, Johanes SP, yang dihubungi METRO, Minggu (27/3), mengatakan, pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun 2011, sudah ada usulan untuk membangun tempat pertemuan. Namun belum ditetapkan di mana lokasinya. “Apakah di balai desa yang lama atau cari tempat yang baru di sekitar lingkungan kantor camat,” tandasnya. (ran) (metrosiantar.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar